
Dok. ist (11/3/2026) Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target AS dan Israel.
Jakarta - Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC kembali melakukan gelombang serangan terbaru menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan instalasi militer Israel. Serangan tersebut diarahkan ke negara-negara Teluk hingga Israel, dilansir dari Detikcom.
Dalam pernyataan pers yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Mehr, Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target AS dan Israel, menggunakan tiga jenis rudal dan satu jenis rudal hipersonik, dilansir Al-Jazeera, Selasa (10/3),
Gelombang ini menargetkan tentara Amerika di pangkalan udara al-Dhafra, dekat Abu Dhabi, dan pangkalan udara Jufair di Bahrain, kata pernyataan itu, dan beberapa pangkalan Israel juga menjadi sasaran, "terutama" pangkalan udara Ramat David dan bandara sipil Haifa.
"Peluncur rudal tersembunyi tentara Zionis di 'Bnei Brak' di timur Tel Aviv, dihantam oleh rudal Iran yang kuat," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel. Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan sistem pertahanan sedang berupaya mencegat ancaman tersebut.
Selain itu, Israel mengatakan roket dari Lebanon melukai beberapa orang di Israel tengah. Beberapa orang mengalami luka ringan setelah roket yang ditembakkan dari Lebanon menghantam Israel tengah.
Dalam pernyataan yang diposting di X, militer mengatakan sebagian besar roket yang diluncurkan berhasil dicegat, tetapi dua proyektil jatuh di area berbeda tanpa peringatan.
Investigasi gabungan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel dan angkatan udara menemukan bahwa roket-roket tersebut terdeteksi tetapi tidak dicegat tepat waktu. (*)