Kelompok Preman Buat Keributan Pesta Hajatan Di Purwakarta, Berujung Duka Bapak Hajat Meninggal Dunia -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Adsense

Breaking news

Live News
Loading...

Kelompok Preman Buat Keributan Pesta Hajatan Di Purwakarta, Berujung Duka Bapak Hajat Meninggal Dunia

Sunday, 5 April 2026

Dok. islustrasi/ ist (5/4/2026) Sekelompok pria yang diduga berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak keluarga.


Purwakarta - Para preman yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi sebuah pesta pernikahan dan meminta sejumlah uang. Pihak keluarga yang sedang hajatan sempat memberi uang namun datang lagi dengan kembali meminta uang.


"Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500 ribu." 


Kalimat itu diucapkan Asep Wahyu, adik korban, saat menceritakan detik-detik mencekam yang berujung tewasnya kakaknya, Dadang (58), dalam pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4).


Menurut Asep, sekelompok pria yang diduga berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak keluarga.


"Pertama dikasih, terus minta lagi. Katanya Rp500 ribu. Kejadiannya terus begitu (pemukulan)," ujar Asep kepada wartawan di Mapolres Purwakarta, Sabtu (4/4) malam, dilansir dari Tribunpriangan.


Ia mengaku tidak mengenal para pelaku karena dirinya tinggal di Karawang, sementara sang kakak menetap di Purwakarta. Namun, dari informasi yang ia terima, jumlah pelaku cukup banyak dan sempat membuat situasi tak terkendali.


"Ke kakak saya ada tiga orang, ke saya sekitar delapan orang. Tapi totalnya sekitar 10 orang," katanya.


Permintaan uang yang diduga sebagai “jatah” itu berujung keributan setelah tidak dipenuhi sesuai keinginan pelaku. Suasana pesta pernikahan yang semula penuh kebahagiaan mendadak berubah mencekam.


Di tengah kekacauan, Dadang yang tengah mengurus jalannya acara justru menjadi sasaran amukan. 


Ia diduga dianiaya secara brutal menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.


Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah. Sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan, sementara lainnya berlarian menyelamatkan diri dari situasi yang semakin tak terkendali.


Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kepanikan di lokasi hajatan. Korban tampak tergeletak tak berdaya di tengah kerumunan. Istri korban, Juju, bahkan pingsan saat melihat kondisi suaminya.


Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. 


Ia menyebut keributan berujung pada aksi kekerasan terhadap korban.


"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.


Ia mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.


Hingga Sabtu (4/4) malam sekitar pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian.


Polisi kini telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan masih melakukan pemeriksaan intensif.


"Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman," kata Enjang.(**)