Tidak Puas Dengan Proposal Damai Iran, Donald Trump Sebut Hancurkan Iran Atau Akhiri -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Adsense

Breaking news

Live News
Loading...

Tidak Puas Dengan Proposal Damai Iran, Donald Trump Sebut Hancurkan Iran Atau Akhiri

Saturday, 2 May 2026

Dok. ist (2/5/2026) AS akan menyerang habis-habisan untuk menghancurkan Iran selamanya. Sementara pilihan kedua ialah upaya mengakhiri perang melalui jalur negosiasi.


Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak puas atas proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan saat ini AS memiliki dua pilihan dalam mengakhiri perang dengan Iran.

"Ada beberapa pilihan," kata Trump dilansir CNN International, Sabtu (2/5).


Pilihan pertama, kata Trump, AS akan menyerang habis-habisan untuk menghancurkan Iran selamanya. Sementara pilihan kedua ialah upaya mengakhiri perang melalui jalur negosiasi, dilansir dari Detikcom.


"Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya," ujar Trump.


Dia mengatakan, AS akan tetap mengedepankan pilihan nomor dua untuk mengakhiri perang lewat jalur perundingan.


"Secara kemanusiaan, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya," katanya.


"Tetapi itulah pilihannya. Apakah kita ingin menyerang mereka secara besar-besaran dan menghancurkan mereka atau apakah kita ingin melakukan sesuatu?," sambung Trump.


Seperti diketahui, negosiasi perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat terhenti. Iran kemudian telah mengirimkan proposal terbaru untuk memulai negosiasi lanjutan dengan AS.


"Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," bunyi keterangan kantor berita Republik Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (1/5).


Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan isi telepon itu membahas "inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang. (**)