
Dok. ist (1/7/2026) Beberapa negara bahkan mencatatkan rekor suhu terpanas.
Jakarta - Gelombang panas ekstrem tengah melanda beberapa negara di Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, ada lebih dari 1.300 kematian terkait dengan suhu panas di Eropa, dilansir dari Detikcom.
"Stres panas sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' - dan rumah, tempat kerja, serta sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah unggahan di media sosial X, dikutip dari BBC, Selasa (30/6/2026).
Menurut WHO, mayoritas korban jiwa merupakan lansia 65 tahun ke atas. Sementara warga lain terkena dampak kewalahan akibat suhu memanas.
Beberapa negara bahkan mencatatkan rekor suhu terpanas mereka. Jerman sempat mengalami suhu tertinggi sepanjang sejarah dengan mencapai 41,7 derajat Celsius di bagian timur negara tersebut.
Republik Ceko juga menyentuh rekor suhu tertinggi mencapai 41,1 derajat Celsius di sebelah utara Praha, menurut lembaga meteorologi CHMI.
Bagaimana dengan negara lain? Berikut ini catatan suhu tertinggi di Eropa per Juni 2026, dikutip dari BBC dan Times of India.
Daftar 6 Negara Terpanas di Eropa pada Juni 2026
1. Prancis
Wilayah Paris sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 43,8 derajat Celsius.
2. Spanyol
Wilayah Seville dan Bilbao sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 42,7 derajat Celsius.
3. Jerman
Wilayah timur Jerman sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 41,7 derajat Celsius.
4. Republik Ceko
Wilayah Praha sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 41,1 derajat Celsius.
5. Hungaria
Wilayah Budakalász sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 40,7 derajat Celsius.
6. Polandia
Wilayah Slubice sempat menyentuh suhu terpanas mencapai 40,5 derajat Celsius.
Penyebab Kenaikan Suhu di Eropa
Tedros mengatakan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Eropa dipengaruhi oleh perubahan iklim. Bahkan Eropa disebut mengalami pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global.
"Dipicu oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas 'sekali dalam satu generasi' kini terjadi hampir setiap tahun," ungkapnya.
Pola cuaca panas pada Juni sering disebut efek 'kubah panas'. Pola cuaca ini menyebabkan udara turun melalui atmosfer, yang kemudian terkompresi dan memanas saat menyentuh permukaan tanah.
Menghadapi kondisi ini, Tedros menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk menerapkan apa yang disebut sebagai "rencana aksi kesehatan terkait panas". Tujuannya agar negara memiliki program untuk melindungi kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim. (**)