
Dok. ist (20/7/2026) Robot berparas cantik bertenaga artificial intelligence (AI) tersebut akan membantu mengajar para siswa.
Jakarta - Otoritas pendidikan di New York bagian barat, Amerika Serikat (AS), akan memperkenalkan robot humanoid bernama Sally ke ruang kelas sekolah menengah atas (SMA) pada musim gugur ini, dilansir dari Sindonews.
Robot berparas cantik bertenaga artificial intelligence (AI) tersebut akan membantu mengajar para siswa. Meski menjadi guru, namun Sally tidak akan menggantikan manusia sebagai pengajar—melainkan hanya
Salamanca City Central School District telah bermitra dengan perusahaan robotika yang berbasis di Toronto; Realbotix, untuk menghadirkan robot Sally ke SMA mereka. Otoritas pendidikan tersebut mengatakan bahwa robot Sally akan bekerja sebagai asisten pengajar bersama para pendidik dan platform pembelajaran AI.
Dengan harga sekitar USD57.600, Sally memiliki penampilan yang mirip manusia dengan kulit silikon, rambut cokelat panjang, dan lengan serta tangan yang dapat digerakkan. Meskipun ia dapat memberi isyarat selama pelajaran, ia tidak dapat berjalan karena kakinya tidak bergerak.
Otoritas pendidikan New York tersebut akan menjadi salah satu yang pertama di AS yang memperkenalkan robot humanoid di ruang kelas. Awalnya, Sally hanya akan bekerja untuk siswa grade 11 dan 12 dalam kelas pemrograman, robotika, dan AI yang merupakan bagian dari kurikulum STEAM Woz Ed, yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Apple; Steve Woznia.
"Ini menarik tetapi juga sedikit menegangkan. Tidak semua orang terbuka terhadap banyak perubahan dalam pendidikan. Ada suatu masa di mana orang-orang berdebat; 'Mengapa guru membutuhkan akun email?' atau 'Apakah kita benar-benar perlu memiliki internet di sekolah?' Ini adalah iterasi selanjutnya dari itu. Dan kenyataannya, AI sudah ada di sekolah," kata pengawas pendidikan setempat, Dr Mark Beehler, kepada The New York Post, yang dilansir Senin (20/7/2026).
Untuk membuat interaksi terasa lebih alami, otoritas pendidikan tersebut bahkan meminta agar Sally berbicara dengan aksen New York Barat. Para pejabat bercanda bahwa meskipun orang luar mungkin menyadarinya, penduduk setempat menganggapnya cukup netral.
Para pemimpin sekolah telah berulang kali menekankan bahwa robot tersebut tidak dirancang untuk menggantikan guru. Sebaliknya, Sally akan menjawab pertanyaan dengan mendorong siswa untuk memikirkan masalah sendiri daripada hanya memberikan jawaban.
Robot tersebut beroperasi pada sistem AI tertutup dan offline, dan menurut otoritas pendidikan, tidak mengumpulkan informasi pribadi, merekam audio atau video, atau mengirim data siswa kembali ke Realbotix.
"Robot pendidikan Realbotix tidak akan pernah menggantikan guru, staf, atau interaksi manusia yang bermakna. Sebaliknya, robot ini berfungsi sebagai alat pengajaran lain yang dapat digunakan pendidik untuk melibatkan siswa, memperkuat pembelajaran di kelas, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang teknologi yang sedang berkembang. Robot ini akan memberikan data tetapi akan mendorong siswa untuk berpikir sendiri dan menunjukkan pemahaman tentang materi," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.
Terlepas dari jaminan tersebut, inisiatif ini telah menuai kritik daring, dengan beberapa pihak mempertanyakan penggunaan teknologi bertenaga AI di ruang kelas, khususnya di distrik yang melayani komunitas yang kurang beruntung. Sebagai tanggapan, otoritas pendidikan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa Sally hanya dimaksudkan sebagai alat bantu di kelas dan bahwa interaksi manusia yang bermakna akan tetap menjadi pusat pengajaran. (***)