Purbaya Optimis Harga Pertamax Akan Turun -->

Menu Atas

 NEWS PENDIDIKAN  

Recent Posts Label

 ==================================== 

Adsense

Breaking news

Live News
Loading...

Purbaya Optimis Harga Pertamax Akan Turun

Thursday, 2 July 2026

Dok. ist (2/7/2026) Penurunan harga Pertamax akan membantu meredakan tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.


Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis BBM nonsubsidi Pertamina, Pertamax, akan turun harga seiring melandainya harga minyak dunia, dilansir dari Detikcom.


Menurut Purbaya penurunan harga Pertamax akan membantu meredakan tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.


Harga minyak sempat melonjak di atas US$ 100 per barrel setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kini minyak dunia, contohnya Brent, diperdagangkan di level US$ US$ 72,08 per barrel, sementara WTI pada kisaran US$ 68,89 per barel.


"Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak dunia kan udah turun pelan-pelan juga kan, harga Pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).


Ia menjelaskan kenaikan inflasi belakangan ini lebih banyak dipengaruhi faktor-faktor yang bersifat sementara, seperti lonjakan harga pangan dan energi. Karena itu, tekanan inflasi diperkirakan akan mereda seiring normalisasi harga komoditas.


Purbaya menambahkan inflasi inti atau core inflation masih berada di level yang terkendali, yakni 2,76%. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kenaikan inflasi saat ini bukan disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat, melainkan oleh harga-harga yang berfluktuasi.


"Ya basically gitu, kita liat inflasi core-nya 2,76% kan masih relatif terkendali. Jadi itu karena harga yang fluktuatif aja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan mungkin. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," jelas Purbaya.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,44% secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi mencapai 3,34%, sedangkan secara tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 1,79%.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan inflasi bulanan tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 111,40 pada Mei 2026 menjadi 111,89 pada Juni 2026.


"Pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 0,44% secara bulanan atau month to month. Kenaikan indeks harga konsumen dari 111,40 pada Mei 2026 meningkat menjadi 111,89 pada Juni 2026. Secara tahunan atau year on year terjadi inflasi sebesar 3,34% dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi 1,79%" kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS. (**)