DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

NTT Fokus Kembangkan Pariwisata

NTT Fokus Kembangkan Pariwisata

Jakarta (Ml)- Indahnya panorama bumi nusantara sudah tidak bisa dipungkiri lagi, di mata dunia internasional, bagi yang suka serta pecinta sejati scuba diving, wilayah laut Sikka bukanlah nama baru dalam peta wilayah selam di Indonesia, bahkan dapat dikatakan wilayah laut tersebut merupakan pelopor wisata selam dan menjadi destinasi primadona untuk wisata selam dunia sejak 1970. Bayangkan 47 tahun lalu Sikka sudah kondang di dunia internasional, bagi penggemar olahraga scuba diving.

Wilayah laut Sikka, tepatnya Kabupaten Sikka, berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dengan Maumere sebagai ibukota kabupaten. Kota Maumere memiliki bandara udara terbesar di Pulau Flores dan menjadikan pintu gerbang ke wilayah timur Pulau Flores sekitarnya. Dapat dikatakan juga Maumere adalah jalur pelancong yang mempunyai sarana prasarana yang sangat baik, ramah serta nyaman, dan sebagai penunjang utama untuk aktivitas pariwisata. Ditambah lagi Maumere memiliki destinasi wisata yang lengkap seperti wisata pantai, selam, kuliner, dan budaya. Di sekitar Maumere terdapat Gunung Kelimutu yang terkenal dengan danau tiga warna di wilayah Ende, maupun Pulau Komodo serta gunung Wae Rebo. Destinasi di sekitar Maumere itu dapat dijangkau dengan mudah.

Tahun 1992 wilayah Sikka diguncang tsunami, akibat terjadinya gempa tektonik bawah laut dengan magnitude 6,8 SR, menyebabkan kerusakan wilayah laut begitu parah. Hancurnya terumbu karang membuat nama Sikka sebagai destinasi selam favorit, pudar alias tenggelam dan tidak terkenal lagi. Setelah 25 tahun berlalu, kerusakan pun pulih, kini Sikka siap memanjakan kembali pelancong dengan keindahan alam bawah lautnya.

BACA JUGA: Taruna dan Taruni KRI TMR-541 Laksanakan Baksos dan Bersihkan Pasar

Wisatawan dapat menikmati wisata pantai di Koka atau Pulau Pangabatang yang lebih dikenal sebagai Pulau Babi. Urusan pelancong snorkeling dan selam, bisa melakukannya di Teluk Maumere. Untuk wisata heritage, wisatawan bisa berkunjung  ke gereja tua Sikka, bertandang ke Patung Bunda Maria Nilo serta menyambangi dan menyaksikan bagaimana pembuatan kerajinan kain tenun ikat Flores, maupun melihat kegiatan budaya di desa Doka.

Sejatinya wilayah laut Sikka sudah terekam sekaligus tercetak dalam buku Sikka Underwater yang akhir Desember 2017 diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta. Buku Sikka Underwater tidak lain menampilkan kekayaan budaya dan keindahan alam Sikka, utamanya alam bawah laut dan biota laut di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sesungguhnya buku Sikka Underwater merupakan kontribusi dari peserta lomba foto bawah laut yang diselenggarakan Pemeritah Daerah Nusa Tenggara Timur. Dan juga merupakan rangkaian dari seri buku, setelah seri terdahulu mengenai Alor, Lembata, dan Flores Timur.

BACA JUGA: Polda Banten Membangun Sinergitas Jalin Kemitraan Dengan Insan Pers

Sikka Underwater berisi karya pemenang lomba foto yang diseleksi juri mumpuni dalam dunia fotografi, yaitu Mulyadi Pinneng Sulungbudi, Arbain Rambay, dan Nala Rinaldo.. Ketiga juri itu pun menyertakan karyanya di buku Sikka Underwater, selain Yuriko Chikuyama dari Jepang,  dan Neyuma (Spanyol).

“Diterbitkannya buku Sikka Underwater ini ialah komitmen dan bukti Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur sangat fokus dalam mengembangkan pariwisata. Ini bisa anda lihat sendiri, jika anda menjelajah Nusa Tenggara Timur (NTT), kami serius membenahi sarana dan fasilitas pendukung, serta promosi kami juga gencar. Bagaimanapun kami ingin menancapkan ekstasi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi primadona, terutama wisata selam, bukan hanya di Indonesia, melainkan pula untuk tingkat dunia internasional”, jelas Drs. Frans Lebu Raya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, kepada Indonesiadaily. Yuk, melancong ke Maumere, sekaligus berscuba diving di Teluk Maumere, wilayah laut Sikka.

Diterbitkannya buku Sikka Underwater ini ialah komitmen dan bukti Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur sangat fokus dalam mengembangkan pariwisata. Ini bisa anda lihat sendiri, jika anda menjelajah Nusa Tenggara Timur (NTT).

(mi/ind*)

Post a Comment