
Dok. ist (21/3/2026) Moskow terus memperluas pertukaran intelijen dan kerja sama militer dengan Teheran.
Jakarta - Rusia membagikan citra satelit dan teknologi drone kepada Iran untuk menargetkan pasukan AS di Timur Tengah. Demikian disebutkan dalam sebuah laporan oleh The Wall Street Journal, dilansir dari Detikcom.
WSJ melaporkan Moskow terus memperluas pertukaran intelijen dan kerja sama militer dengan Teheran. Langkah ini membantu sekutu Timur Tengahnya tersebut menghadapi AS dan Israel, yang melancarkan perang hampir tiga minggu lalu.
Menurut laporan tersebut, teknologi yang diberikan oleh Rusia ke Iran mencakup komponen-komponen drone Shahed yang telah dimodifikasi, yang bertujuan meningkatkan komunikasi, navigasi, dan kemampuan penargetan terhadap pasukan AS.
Dikutip detikINET dari Anadolu, seorang perwira senior intelijen Eropa mengatakan ke WSJ bahwa bantuan kepada Iran ini diadaptasi dari pengalaman drone Rusia dalam perangnya di Ukraina.
Iran antara lain mendapatkan pengetahuan seperti jumlah drone yang sebaiknya dikerahkan dalam suatu operasi dan dari ketinggian berapa serangan harus dilakukan. Russia memang mengimpor Shahed dari Iran, tapi menyempurnakannya dalam perang dengan Ukraina.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Rusia telah memberikan informasi kepada Iran mengenai lokasi pasukan militer AS di Timur Tengah, serta lokasi sekutu-sekutu regionalnya melalui satelit. Data dari langit ini dapat membantu proses penentuan target sebelum serangan dilakukan, serta penilaian kerusakan pascaserangan.
Menurut para pejabat, data yang diberikan Moskow kepada Teheran berasal dari armada satelit yang dikelola oleh Pasukan Dirgantara Rusia, yang bertugas menyediakan intelijen untuk operasi militer.
Meskipun Iran diduga menerima bantuan dari Rusia, pemerintah AS mengklaim bahwa hal tersebut tidak membahayakan operasi militer AS. "Tidak ada bantuan apa pun yang diberikan oleh negara lain kepada Iran yang memengaruhi keberhasilan operasi kami," tegas juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah laporan Wall Street Journal itu, yang menyebutkan bahwa Rusia membagikan citra satelit dan teknologi drone canggih kepada Iran. Ia menyebutnya sebagai berita palsu. (**)