
Dok. ist (20/3/2026) China menilai pembunuhan sejumlah pimpinan negara Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Jakarta - Ali Larijani, seorang politikus senior Iran yang menjabat Kepala Keamanan Iran gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel. Ali Larijani disebut tewas dibunuh Israel saat mengunjungi putrinya, dilansir dari Detikcom.
Hal ini mengundang reaksi dari Rusia dan China, Kamis (19/3). Kedua negara ini mengutuk serangan mematikan terhadap salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin berbelasungkawa. Ucapan dukacita disampaikan Putin kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Bagi Putin, penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei adalah sahabat. Putin menggambarkan Larijani sebagai sahabat sejati Rusia, karena telah berkontribusi pada pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran
"Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani," kata Putin dalam pesan yang ditujukan kepada Khamenei yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB, menurut media berita Rusia, termasuk kantor berita negara Tass, dilansir Anadolu, Kamis (19/3).
China Kutuk Serangan Israel
China juga mengutuk pembunuhan Larijani oleh serangan udara Israel. China menilai pembunuhan sejumlah pimpinan negara Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Dilansir AFP, Kamis (19/3), Beijing adalah mitra dekat Iran tetapi juga mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
"Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers ketika ditanya tentang kematian Larijani.
Pihaknya telah berupaya untuk menengahi perang tersebut, dengan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, bertemu dengan para pejabat tinggi di seluruh wilayah bulan ini.
"China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," kata Lin.
Dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Selasa (17/3), Larijani gugur pada usia 67 tahun. AS-Israel melancarkan serangan udara saat Larijani mengunjungi putrinya di pinggiran timur Kota Teheran. (**)