Hari Raya Idul Fitri 1447 H- 2026 Pemerintah Tetapkan Setelah Sidang Isbat Digelar, Muhamadiyah Sudah Umumkan -->

Konten promosi mgid tidak terafiliasi dengan media kami.

Breaking news

Live
Loading...

Hari Raya Idul Fitri 1447 H- 2026 Pemerintah Tetapkan Setelah Sidang Isbat Digelar, Muhamadiyah Sudah Umumkan

Wednesday, 18 March 2026

Dok. ist (18/3/2026) Penentuan pemerintah menggabungkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). 


Jakarta  - Menjelang akhir bulan Ramadan, umat Islam mulai menantikan kepastian kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan dirayakan. Penentuan 1 Syawal menjadi momen penting karena menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan sekaligus dimulainya hari raya yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, dikutip dari Detikcom.


Di Indonesia, penetapan awal Syawal dilakukan melalui mekanisme sidang isbat yang digelar pemerintah. Penentuan ini menggabungkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Hasil perhitungan posisi bulan akan dipadukan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.


Sementara itu, sejumlah lembaga dan organisasi Islam juga telah menyampaikan prediksi awal mengenai kemungkinan tanggal Idul Fitri 1447 H berdasarkan metode dan kriteria yang mereka gunakan. Perbedaan metode ini membuat kemungkinan tanggal Lebaran bisa berbeda, meskipun semuanya tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat.


Penetapan Idul Fitri 1447 H Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Syawal 1447 H melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.


Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Wilayah pertama yang memenuhi parameter tersebut antara lain berada pada koordinat 64° 59′ 57,47″ LU dan 42° 03′ 3,47″ BT, dengan tinggi bulan sekitar 6° 29′ 20″ serta elongasi 8°.


Berdasarkan hasil hisab tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. (*)