
Dok. ist (16/3/2026) Jakarta menghadapi ancaman penurunan tanah dan kenaikan muka laut. Diperkirakan seperempat wilayah kota akan berada di bawah permukaan air pada 2050.
Jakarta - Jakarta menduduki peringkat pertama dalam kategori kepadatan penduduk. Laporan PBB dalam World Urbanization, Jakarta dihuni hampir 42 juta orang, dilansir dari CNBC Indonesia.
Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari Dhaka dan Tokyo yang berada di posisi kedua dan ketiga. Dhaka yang berada di Bangladesh memiliki penduduk 36,6 juta dan Tokyo sebanyak 33,4 juta orang.
Dhaka mengalami lompatan yang agresif dari sebelumnya di posisi kesembilan. Bahkan diperkirakan bisa menjadi kota terbesar dunia tahun 2050 mendatang.
Alasan pertumbuhan penduduk Dhaka dan Jakarta dipicu adanya perpindahan warga dari perdesaan ke perkotaan. Migrasi di Bangladesh sendiri terjadi karena peluang ekonomi dan bencana iklim yang meluas seperti banjir dan naiknya permukaan laut.
Sementara Jakarta juga menghadapi ancaman penurunan tanah dan kenaikan muka laut. Diperkirakan seperempat wilayah kota akan berada di bawah permukaan air pada 2050.
Namun laju pertumbuhan Jakarta juga tidak berhenti begitu saja. PBB memperkirakan populasinya akan bertambah 10 juta orang pada 25 tahun mendatang.
Sebagai informasi, laporan ini menggunakan definisi baru untuk menyelaraskan ukuran kota di berbagai negara. Kota diartikan sebagai aglomerasi berdekatan dari sel grid satu kilometer dan kepadatan minimal 1.500 orang serta total populasi 50 ribu.
Metodologi ini juga mengubah peringkat sejumlah kota. Misalnya Teheran yang memiliki 9 juta penduduk dan menghadapi krisis air serius hingga menetapkan kebijakan pembatasan distribusi. (*)