Polisi Ungkap Fakta Slo Bule Pemeran Video Asusila Bareng Pria Jaket Ojol di Bali -->

Konten promosi mgid tidak terafiliasi dengan media kami.

Breaking news

Live
Loading...

Polisi Ungkap Fakta Slo Bule Pemeran Video Asusila Bareng Pria Jaket Ojol di Bali

Friday, 20 March 2026

Dok. ist (20/3/2026) Video asusila yang diperankan oleh Slo terjadi pada sebuah vila di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung.


Jakarta - Wanita warga negara asing (WNA) berinisial MMJL alias Slo (23) diamankan polisi akibat menjadi pemeran video asusila 'ojek online' di Bali. Slo ditangkap bersama dua rekannya sesama WNA, dilansir dari Detikcom.


Melansir dari detikBali, Kamis (19/3), video asusila yang diperankan oleh Slo terjadi pada sebuah vila di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.40 Wita. Video itu kemudian viral hingga berakhir diselidiki oleh tim Satreskrim Polres Badung.


"Satreskrim Polres Badung melakukan profiling terkait dengan video konten yang viral yang bermuatan pornografi di media sosial. Kemudian, Satreskrim melakukan interogasi terhadap saksi ojek online yang pernah membuat konten bersama dengan terduga pelaku," ujar Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).


Joseph menyebut Slo bersama dua rekannya ada yang menjadi pemeran maupun yang menjadi otak di balik produksi video porno tersebut. Mereka melakukan aksi tak senonoh tersebut untuk mendapatkan keuntungan.


"Dalam perkara ini, kami sudah menetapkan para pelaku, ada tiga. Perbuatan ini dilakukan dengan modus operandi dan motif mencari keuntungan dari video dan konten porno," tuturnya.


Ia menyebut ide penggunaan atribut ojek online murni untuk mencari sensasi agar konten mereka cepat dikenal luas. Tersangka menggunakan jaket yang dibeli di toko seharga Rp 300 ribu tersebut agar publik mengira ia adalah pengemudi ojol asli.


"Jadi untuk menarik perhatian atau untuk membuat viral, ia menggunakan jaket ojek. Jadi warga negara Italia (yang pakai), bukan lokal," tegasnya.


Dirangkum dari detikBali, berikut fakta-fakta Slo yang menjadi pemeran dalam video asusila tersebut:


Joseph menyebut Slo merupakan WNA asal Prancis. Dia melakukan tindak asusila tersebut bersama dua temannya bernisial NBS selaku pria WNA asal Italia, dan ERB selaku pria WNA asal Prancis.


Slo dan NBS merupakan pemeran dalam video tersebut. Sementara ERB berperan sebagai manajer sekaligus pengunggah konten ke platform dewasa.


"Pemeran pria warga negara Italia ini menggunakan jaket ojek yang dibeli di toko seharga Rp 300 ribu untuk menarik perhatian agar viral. Si perempuan dengan pelaku ketiga (ERB) hubungannya adalah antara pekerja dan manajer," ungkapnya.


Slo dan NBS sendiri berupaya kabur usai video asusila itu viral. Namun aksinya terendus aparat usai menginterogasi seorang pengemudi ojek online yang jasanya sering digunakan pelaku.


"Kami berkoordinasi dengan Imigrasi Ngurah Rai karena mendapat informasi dua terduga pelaku hendak terbang meninggalkan Bali," ujar Joseph.


"Keduanya diamankan di bandara pada 13 Maret saat rencana berangkat ke Thailand. Mereka diamankan di bandara Ngurah Rai," sambungnya.


Selain menangkap pasangan pemeran video, polisi juga mengamankan ERB di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung.


Berdasarkan hasil penelusuran, Slo merupakan seorang konten kreator. Slo sengaja memproduksi konten dewasa untuk meraup keuntungan melalui platform berbayar, seperti OnlyFans dan media sosial X.


"Latar belakangnya sesuai penelusuran di medsos dan keterangan yang kami dapatkan, wanita ini adalah konten kreator video dewasa. Dia menyebarluaskan konten melalui manajernya ke platform OnlyFans dan X," tutur Joseph.


Sementara itu, Imigrasi mengonfirmasi bahwa Slo masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA) untuk tujuan wisata pada 21 Februari 2026. Namun, aktivitasnya justru menyimpang dengan memproduksi video porno.


"Masuknya tanggal 21 Februari menggunakan visa on arrival yang diperuntukkan untuk wisata. Begitu ada berita viral, langsung kami masukkan sebagai subject of interest hingga akhirnya ditangkap di bandara," ujar Kepala Bidang (Kabid) TPI Imigrasi, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, saat konferensi pers di Polres Badung, Selasa (17/3).

(**)