Prabowo Ingin Tertibkan Pengamat Kritis, Ketua YLBHI Sebut Ancaman -->

Konten promosi mgid tidak terafiliasi dengan media kami.

Breaking news

Live
Loading...

Prabowo Ingin Tertibkan Pengamat Kritis, Ketua YLBHI Sebut Ancaman

Thursday, 19 March 2026

Dok. ist (19/3/2026) Pidato Presiden Prabowo Subianto yang ingin menertibkan pengamat kritis berbahaya. Pidato tersebut mengancam keberlangsungan demokrasi di Indonesia.


Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai pidato Presiden Prabowo Subianto yang ingin menertibkan pengamat kritis berbahaya. Pidato tersebut mengancam keberlangsungan demokrasi di Indonesia, dilansir dari Tempo.


“Ini ancaman. Bisa ditafsirkan oleh bawahan-bawahannya atau aktor lapangan untuk membungkam,” kata Isnur saat dihubungi Tempo, Sabtu, 14 Maret 2026.


Pidato tersebut menunjukkan watak arogansi dan antikritik dari Prabowo. Padahal, kritik merupakan ruang yang dibutuhkan dalam negara demokrasi. “Ini bagian yang menjadi karakter otoritarian Soeharto yang menempel di Prabowo," katanya.


"Prabowo ini semakin tidak mau mendengarkan kritik. Senang dengan apa yang disampaikan oleh anak buahnya. Asal bapak senang seperti itu,” ucap Isnur.


Dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta, Prabowo Subianto menuding sejumlah pengamat tidak memiliki sikap patriotik. Dia mengklaim mereka mendapat keuntungan finansial dengan mengkritik pemerintah.


Prabowo mengatakan ada beberapa macam pengamat di Indonesia. Salah satunya yang tidak suka pemerintahannya berhasil karena punya motif tersembunyi. "Menurut saya, sikap mereka itu sempit, bukan patriotik," kata Prabowo Jumat, 13 Maret 2026.


Prabowo berspekulasi soal motivasi para pengkritik tersebut. Menurut dia, bisa jadi mereka merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau kehilangan sumber uang karena pemerintahannya yang dia klaim tegas terhadap korupsi. "Terutama maling-maling, koruptor-koruptor, (mereka) merasa rugi dong dengan pemerintahan kami. Kami mau tertibkan," tuturnya.


Prabowo mengungkapkan dirinya rutin mendapat informasi intelijen soal para pengamat yang tak suka dengan pemerintah. Dari laporan itu, kata dia, dirinya tahu pihak-pihak yang membiayai mereka. Ia ingin mengambil tindakan terhadap mereka. "Pada saatnya lah kami tertibkan itu semua. Tapi sekarang kami masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan," ucap dia.


Menurut Prabowo, saat ini dia masih berusaha meyakinkan masyarakat melalui pendekatan yang berbasis bukti. Dia yakin rakyat bisa memahami kebijakan yang diambil pemerintah dengan bukti yang jelas.


Bukan kali ini Prabowo merespons negatif para pengkritiknya. Pada 12 Januari 2026, misalnya, Prabowo menyebut ada segelintir orang yang kerap mencemooh dirinya dan menyebarkan pandangan negatif terhadap pemerintahannya. Ia mencurigai orang-orang itu dibayar oleh kekuatan asing. (**)