
Dok. ist (18/3/2026) Keadaan keuangan negara di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, masih bagus.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji untuk memotong gaji menteri hingga DPRD akibat dampak ekonomi perang di Timur Tengah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tak masalah gajinya dipotong, dikutip dari Detikcom.
Hal itu disampaikan Purbaya kepada awak media dalam kunjungannya di Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Purbaya bahkan berkelakar gaji menteri saat ini sudah terlampau tinggi.
"Ya nggak apa-apa kalau menteri gajinya dipotong, sudah kegedean juga," kelakar Purbaya, Selasa (17/3).
Purbaya menyebut keadaan keuangan negara di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, masih bagus. Dia memastikan tak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.
"Jadi fungsi anggaran adalah meng-absorbs shock dari luar tadi. Jadi sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah," jelas Purbaya.
"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan untuk harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," sambungnya.
Menurut Purbaya, kondisi ini bisa bertahan cukup lama. Ia juga memastikan belum ada rencana dari pemerintah untuk melakukan pemangkasan anggaran.
"Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, nggak ada masalah. Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai, yang pengamat-pengamat itu nggak tahu uangnya di mana," ungkapnya.
"Belum ada keputusan pemangkasan anggaran. Kita sedang melakukan exercise terus melihat perkembangan harga minyak dunia seperti apa," sambung Purbaya. (**)