Serangan Militer Israel Ke Libanon! Disebut Strategi Putus Lebanon Selatan Dari Negara Lain -->

Adsense

Breaking news

Live News
Loading...

Serangan Militer Israel Ke Libanon! Disebut Strategi Putus Lebanon Selatan Dari Negara Lain

Wednesday, 25 March 2026

Dok. ist (25/3/2026) Kekhawatiran di Lebanon adalah bahwa ini bisa menjadi bagian dari strategi Israel untuk memutus Lebanon selatan dari bagian negara lainnya, menjelang potensi invasi darat skala besar.


Jakarta - Militer Israel mengumumkan akan memperluas serangan darat dan udara terhadap kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Israel mungkin sedang merencanakan invasi besar-besaran, dilansir dari BBC News Indonesia.


Israel meningkatkan operasi terhadap kelompok bersenjata dan partai politik Hizbullah setelah organisasi ini menembakkan roket ke Israel awal Maret lalu, menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran.


Pada Minggu (22/03), serangan udara Israel merusak Jembatan Qasmiyeh, jalur penting yang menghubungkan Lebanon selatan dengan Lebanon tengah, dekat Kota Tyre.


"Pihak berwenang Israel mengatakan bahwa kelompok tersebut [Hizbullah] menggunakan jembatan-jembatan itu untuk mengirim bala bantuan ke selatan Lebanon," kata koresponden BBC di Timur Tengah, Hugo Bachega.


"Namun kenyataannya, itu adalah jembatan-jembatan sipil, infrastruktur penting milik negara yang digunakan oleh penduduk sipil.


"Kekhawatiran di Lebanon adalah bahwa ini bisa menjadi bagian dari strategi Israel untuk memutus Lebanon selatan dari bagian negara lainnya, menjelang potensi invasi darat skala besar," kata Hugo.


Banyak warga Lebanon khawatir Israel berusaha menciptakan zona penyangga di selatan negara itu, mirip dengan yang terjadi pada 1980-an dan 1990-an.


Lebih dari satu juta orang telah mengungsi sejak operasi pengeboman Israel dimulai. Ada kekhawatiran bahwa "banyak keluarga yang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka tidak akan pernah bisa kembali".


Ini adalah episode terbaru dalam permusuhan puluhan tahun antara Israel dan Hizbullah, dan ini bukan kali pertama Israel menginvasi Lebanon.


Setidaknya pada enam kesempatan sebelumnya, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah negara tetangganya itu.


Serangan Israel pertama ke Lebanon adalah Operasi Litani pada 1978. Serangan ini dikenal di Lebanon sebagai Invasi Israel Pertama.


Pada 1982 Israel menggelar apa yang mereka sebut sebagai Operasi Perdamaian untuk Galilea. Ini dikenal oleh warga Lebanon sebagai Invasi Israel Kedua.


Dua serangan Israel berikutnya ke Lebanon terjadi masing-masing pada 1993 dan 1996, dikenal sebagai Operasi Akuntabilitas (Perang Tujuh Hari) dan Operasi Grapes of Wrath (Agresi April).


Perang Lebanon Kedua pada 2006 menjadi babak baru konflik Israel dan Lebanon, yang disusul pada Oktober 2023 di wilayah perbatasan. (**)

https://www.profitablecpmratenetwork.com/r0mu7nxvfi?key=f84abdc562c56f778cca38a75f1cfbfb