Update Longsor di TPST Bantar gebang 7 Orang Tewas di Sebut Cerminan Sistem Yang Amburadul -->

Breaking news

Live
Loading...

Update Longsor di TPST Bantar gebang 7 Orang Tewas di Sebut Cerminan Sistem Yang Amburadul

Tuesday, 10 March 2026

Dok. ist (10/3/2026) Bencana di Bantargebang terjadi sebulan usai Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menangani persoalan sampah.


Bekasi - Longsor sampah yang menewaskan tujuh orang di Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, disebut cerminan dari pengelolahan sampah di Indonesia yang amburadul.


TPST Bantargebang adalah satu dari ratusan tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah yang menggunakan sistem kumpul, angkut dan buang di tempat terbuka (open dumping).


"Benar-benar sangat amburadul, dari hulu hingga hilirnya bermasalah. Di hulu tidak ada pemilahan dan kebijakan mengurangi sampah, lalu di hilir sistemnya itu kumpul, angkut dan buang. Ini adalah bukti 20 tahun pengelolaan sampah yang kacau," kata pengkampanye urban berkeadilan dari WALHI, Wahyu Eka Styawan, dikutip dari BBC News Indonesia (10/3).


Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkata lembaganya telah memulai penyidikan menyeluruh dan penegakan hukum atas bencana yang terjadi di Bantargebang itu.


Hanif menekankan pihak yang bertanggung jawab akan ditindak tegas sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Ancamannya adalah hukuman pidana hingga 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar bagi pihak yang lalai sehingga menyebabkan kematian.


Bencana di Bantargebang terjadi sebulan usai Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menangani persoalan sampah, dengan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah).


"Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat," kata Prabowo.


Pemerintah kini akan melakukan pembangunan puluhan proyek waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi listrik- PSEL) untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia.


TPST Bantargebang memiliki luas sekitar 110,3 hektare. TPST yang beroperasi sejak 1989 ini menampung lebih dari 7.354 ton sampah Jakarta per hari.


Ketinggian sampahnya membentuk mirip "gunung sampah" yang tingginya setara gedung 16 lantai.


Kini sampah di TPST Bantargebang diperkirakan telah mencapai 55 juta ton.


Sejumlah laporan menyebutkan Bantargebang merupakan tempat pemrosesan sampah terbesar di Asia Tenggara. (*)